Skip to main content

CARA MENGETAHUI ANAK PAUD YANG BERBAKAT "TES BAKU"

PAUD-Anakbermainbelajar---Dalam pendidikan anak usia dini PAUD, untuk mengetahui anak berbakat kita harus menyelami lebih jauh berbagai aspek yang melingkupi seluruh diri anak. Kita sering melihat hal-hal luar biasa yang bisa dilakukan anak sesuai dengan usia mereka. Anak-anak seperti ini sering disebut anak berbakat, yaitu anak dengan kemampuan kecerdasan pada satu atau beberapa bidang yang berada sangat jauh di atas rata-rata kemampuan anak sebayanya. Kemampuan anak tersebut dapat dilihat dibidang akademik, seperti matematika atau sains, bidang seni visual atau performa (melukis, menggambar, mengarang, musik, menyanyi, atau seni peran), kreativitas, kepemimpinan, atau bidang yang berkaitan dengan fisik dan psikomotor, seperti lari, berenang, basket dll. Kenyataannya pada anak berbakat ini, kemampuan yang luar biasa tersebut tidak hanya terbatas pada skor kecerdasan umum (IQ) saja. 

Untuk mengetahui dan meyakinkan kita, jika anak kita memang berbakat, tentu saja diperlukan berbagai pertimbangan. Umumnya pertimbangan pertama adalah potensi kecerasan anak, yang diukur melalui tes kecerdasan baku, seperti Wechsler atau Stanford-Binet. Skor kecerdasan umum (IQ) anak berbakat berada di atas 130. Namun harus diingat bahwa bukar skor IQ saja yang dipertimbangkan, dalam menentukan berbakat tidaknya anak. Aspek lain yang perlu dipertimbangkan, dalam menentukan berbakat tidaknya anak. Aspek lain yang perlu dipertimbangkan adalah kreativitas, serta komitmen terhadap tugas dan bidang yang menunjukan keberbakatan anak, yaitu bidang di mana anak menunjukan kemampuan yang luar biasa dan di atas kemampuan anak-anak sebayanya.

Untuk mengamati anak kita berbakat atau tidak, dapat dicermati dari karakteristik anak itu sendiri. Beberapa karakteristik anak berbakat yang dapat diamati sebagai panduan untuk mengetahui gambaran kemampuan anak dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel Karakteristik Anak Berbakat

Meskipun anak PAUD berbakat menunjukan kemampuan yang berbeda-beda dalam bidang keberbakatannya, secara umum anak berbakat menunjukan kemampuan belajar dengan mudah dan cepat. Selain itu, anak berbakat memiliki fleksibilitas dalam ide-ide dan penyelesaian tugas, serta lebih dulu mampu berpikir abstrak pada usia di mana anak sebayanya belum mampu. Di samping itu, kebanyakan anak berbakat memiliki self esteem yang tinggi, keterampilan sosial dan penyesuaian diri yang baik. 

Pada anak berbakat yang sesungguhnya, sifat perkembangan bakatnya tidak hanya sementara, keberbakatannya ini dapat menjadi tolak ukur bagi bakat mereka kelak ketika sudah dewasa. Banyak anak-anak berbakat ini menjadi orang-orang sukses ketika mereka dewasa dengan bakat yang dimilikinya, ini sekali lagi tentunya dengan penanganan dan arahan yang tepat dari orang dewasa disekitarnya.

Demikian tulisan ringkas tentang cara mengetahui anak PAUD yang berbakat menurut teori, semoga bermanfaat. terimakasih.

Comments

Popular posts from this blog

CARA MEMBUAT VISI, MISI, DAN TUJUAN LEMBAGA PAUD-TK YANG BAIK DAN BENAR

PAUD-Anakbermainbelajar -----Visi dan misi pada sebuah lembaga PAUD dan Taman Kanak-kanak, sangat mutlak diperlukan. Hal ini menyangkut bagaimana sebuah lembaga itu berjalan sesuai dengan visi dan misi serta tujuan yang telah ditetapkan. Visi dan misi lembaga tidak asal dibuat untuk dijadikan pajangan di sebuah lembaga, tetapi menjadi acuan penting dalam berjalannya program dan kegiatan lembaga PAUD yang bersangkutan. Pengertian visi dan misi sendiri ada beragam pendapat, beberapa ahli melihat sesuai dengan sudut pandang dan bidang mereka yang dapat kita simpulkan bahwa : Visi visi dalam lembaga pendidikan adalah gambaran proyeksi kedepan berupa pandangan, cita-cita, harapan, dan keinginan lembaga yang ingin diwujudkan di masa mendatang. Misi misi adalah pernyataan berupa tindakan atau upaya yang harus dilakukan dalam mewujudkan visi, oleh karena itu misi merupakan penjabaran operasional dari visi. Adapun fungsi misi yaitu: a.    Sebagai pijakan dalam merumuskan tujuan b....

FUNGSI BERMAIN BAGI ANAK USIA DINI

PAUD-Anakbermainbelajar-----Anak usia dini memerlukan waktu bermain lebih besar dalam sepanjang harinya. Anak belajar dengan bermain, dengan bermain belajar ini anak akan memiliki ketahanan belajar lebih baik. Dalam bermain anak membuat pilihan, memecahkan masalah, berkomunikasi, dan bernegosiasi. Anak menciptakan peristiwa khayalan, melatih keterampilan fisik, sosial, dan kognitif. Saat bermain anak dapat mengekspresikan dan melatih emosi dan pengalaman dan kejadian yang mereka temui setiap hari. Gambar Anak Bermain : Foto Pixabay Biasanya kegiatan bermain dilakukan sungguh-sungguh oleh seorang anak, sebab kegiatan bermain yang dilakukan oleh anak bersifat rileks dan merupakan kegiatan yang diinginkan dan disenangi. Sehingga berapapun waktu yang tersedia, anak sanggup dengan senang hati mengisinya. Menurut Helms dan dan Turner bermain adalah cara/jalan bagi anak untuk mengungkapkan hasil pemikiran, perasaan dan cara mereka menjelajahi dunia dilingkungannya termasuk membantu anak dalam...

CARA MEMBUAT SENDIRI ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE) UNTUK PAUD-TK

PAUD-AnakBermainbelajar--- Alat Permainan edukatif (APE) adalah alat permainan yang sengaja dirancang secara khusus untuk kepentingan pendidikan. Media Pembelajaran APE untuk anak Pada umumnya pengembangan APE berakar pada jenis permainan yang telah dikembangkan lebih dahulu oleh para pakar dari negara maju. Beberapa jenis APE merupakan hasil kreasi guru sediri yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan setempat. Berikut beberapa Jenis APE yang dirancang berdasarkan konsep Pendidikan anak usia dini. Untuk kegiatan pembelajaran di PAUD dan Taman Kanak-kanak, Alat Permainan Edukati - APE juga dapat dipilih dan dirancang sendiri oleh guru-pendidik PAUD dengan memanfaatkan bahan dan media alternatif dari bahan-bahan yang ada dilingkungan sekitar kita. Dalam kenyataannya selama ini banyak guru dan pendidik PAUD sering kali tidak dapat memilih alat permainan edukatif yang tersedia. Kesulitan guru dalam memilih APE yang sesuai bukan disebabkan oleh ketidak mampuan guru dalam me...