Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Otak Anak

INILAH BAHAYA GULA BAGI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD)

PAUD-Anakbermainbelajar ----Bunda, Pendidik dan pengasuh PAUD, pernahkah menghadapi anak/peserta didik yang terlalu aktif bergerak, hingga anak terlihat liar dan terlihat susah diatur, padahal anak ini tidak memiliki riwayat hiperaktif? Pernah terjadi kegaduhan seperti hal ini di beberapa lembaga PAUD, selidik punya selidik, biang keladinya ternyata adalah gula. Lho kenapa Gula? Kayla yang sekolah di salah satu lembaga PAUD, pagi-pagi sekali sudah minta dibelikan Ice Cream, karena takut Kayla menangis orang tuanya terpaksa memberikannya, sebelum berangkat sekolah Kayla sudah menghabiskan 2 batang Ice Cream, di sekolah PAUD Mamah Kayla menitipkan lagi satu buah Ice Cream agar disimpan di lemari ES buat siang, tetapi belum sampai siang sekitar jam 9 waktu istirahat Kayla merengek minta diambikan Ice Creamnya. Sekejab saja Ice Cream sudah habis, selanjutnya bisa ditebak apa yang terjadi dengan Kayla, sepanjang hari Perilaku Kayla sangat sulit dikontrol agar tenang belajar.  Dari berba...

PENGERTIAN KECERDASAN MAJEMUK DAN IMPLIKASINYA UNTUK PENDIDIKAN ANAK

PAUD-Anakbermainbelajar---Bunda..sebelum kita membahas lebih jauh tentang kecerdasan majemuk ( multiple intelligences )  dan implikasinya untuk pendidikan anak, terlebih dahulu kita ulang kembali tentang pengertian kecerdasan majemuk tersebut yaitu: Pengertian kecerdasan majemuk adalah pendekatan perkembangan dalam belajar yang ditandai anak tumbuh dan berkembang sebagai suatu keseluruhan, tidak hanya satu dimensi saja yang berkembang dalam suatu waktu tertentu atau sebaliknya tidak semua dimensi memiliki kecepatan perkembangan yang sama. Seorang ahli pendidikan yang terkenal ahli dalam pengkajian dan penelitian kecerdasan yaitu Howard Garner dari Harvard University, berpendapat bahwa tidak ada manusia yang tidak cerdas. Paradigma ini menentang teori dikotomi cerdas-tidak cerdas. Garner juga menentang anggapan "cerdas" dari sisi IQ ( intelectual quotien ), yang menurutnya hanya mengacu pada tiga jenis kecerdasan, yakni logiko-matematik, linguistik, dan spasial. Untuk selanjut...